Apa Yang Akan Membuat Anak Anak Gagal Hidup?

Ingat pesan luhur nenek moyang : "Yen nandur bakal panen mburine.. Yen ora obah yo ora bakal Mamah.. Ning Ojo obah Sing medeni bocah.."



Anak anak diciptakan dengan segala potensi, namun apabila tidak dikembangkan dan berkembang dengan maksimal sangat mungkin kelak menjadi manusia yang gagal. Manusia gagal itu adalah mereka yang tidak mampu hidup mandiri, tidak mendapatkan pendapatan karena tidak mampu berkontribusi memberi manfaat terhadap sesama. Disebut manusia gagal total kalau hidupnya merugikan pihak lain.

Mungkin ada yang bertanya bukankah mereka masih mungkin hidup di kebunnya sendiri, makan dari apa yang dihasilkannya. Pertanyaan ini tidak perlu dijawab, sebab hampir sudah tidak ada lagi manusia Bojonegoro yang akan hidup seperti itu.

Kelangsungan hidup manusia saat ini, apalagi di masa mendatang ditentukan oleh seberapa besar kontribusinya dalam kehidupan. Dalam bahasa ekonomi, kontribusi itu bisa berupa karya barang, pikiran, seni dan jasa. Semakin besar kontribusinya maka semakin besar apa yang akan didapatkan : Tahta, Harta, Cinta Dan Kata Pujian.

Untuk inilah sebagai orang tua, pendidik dan Pemerintah yang mendapatkan amanah undang - undang menyiapkan kesiapan hidup generasi mendatang, maka harus dilakukan apa saja yang membantu anak - anak bisa tumbuh berkembang semaksimal mungkin. Inilah beberapa hal yang penting untuk kita lakukan.

A. Personal anak :

Inilah sasaran pendidikan. Minimal ada tujuh ketrampilan hidup yang harus dimiliki anak anak:

1. Trampil berniat baik, 2. Trampil merencanakan dan memproduksi apa yang akan diproduksi untuk dikontribusikan bagi kehidupan, 3. Trampil berkomunikasi, 4. Trampil kerkolaborasi, 5. Trampil berpikir kritis, 6. Trampil berinovasi dan 7. Trampil mengelola hidup yang berbahagia: Ridho, syukur, sabar, Mujahadah dan ikhlas.

Tujuh ketrampilan ini sangat relevan agar mampu hidup ditengah kompetisi ekonomi, kemoderenan dan kebhinekaan.

B. Dimensi instrumental, yaitu:

1. kesungguhan pendidikan melaksanakan pendidikan dengan standart kompetesi,
2. Orang tua yang sangat peduli dalam menyiapkan anaknya agar sehat, cerdas, produktif dan bahagia.
3. Lingkungan sosial yang kondusif dan mendukung proses belajar baik di rumah, masyarakat maupun sekolah.
4. Sarana dan prasarana yang diperlukan baik di sekolah, jalan, sarana publik, kantor, tempat ibadah yang diperlukan untuk mendukung proses belajar.

C. Dimensi situasional :

Tekad semua warga untuk mendukung proses belajar generasi muda lewat keteladanan, norma dan aturan yang menguatkan, situasi dan kebiasaan yang mendukung.

Untuk ini, mari menjadi tekad bersama di keluarga dan lingkungan RT, bahwa mulai jam 17.30 sampai dengan 21.00 dipastikan anak - anak menikmati suasana belajar di keluarga dan lingkungan warga.

Pastikan tidak ada TV hidup yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan belajar anak anak. Pastikan tidak ada orang tua yang sibuk dengan handphonenya.

D. Prototype :

Praktik pendidikan yang memungkinkan pertumbuhan maksimal tujuh ketrampilan hidup tidak cukup dilaksanakan di kelas, apalagi hanya dengan pendidikan klasikal. Untuk ini, diperlukan model pembelajaran projek : terutama projek projek yang langsung berhubungan dengan bagaimana hidup ini berlangsung : pertanian, pengelolaan lingkungan sehat produktif, pengelolaan pemerintahan desa, industri pembuatan sarana kehidupan dan seterusnya.

Dalam belajar protoype ini maka diharapkan seluruh ketrampilan hidup dapat dievaluasi dan dikembangkan.

Ingat pesan luhur nenek moyang:
"Yen nandur bakal panen mburine..
Yen ora obah yo ora bakal Mamah..
Ning Ojo obah Sing medeni bocah.."

Kembali ke pertanyaan judul tulisan ini : kapan anak anak akan gagal hidupnya?  Jawabnya : anak - anak akan gagal hidupnya bila mereka gagal menguasai, mengembangkan, dan mengoptimalkan  tujuh ketrampilan hidup tersebut.

Apakah kita akan menjadi bagian dari orang tua, pendidik dan pejabat Pemerintah yang gagal menyiapkan anak anak, mungkin ya mungkin tidak. Semua kembali ke kita.
Bojonegoro, 12 Mei 2017


Tulisan Karya : Kang Yoto [Bupati Bojonegoro, Jawa Timur].
Foto                : Kang Yoto [Penulis].

Sumber           : www.bengawanpost.com

COMMENTS

Nama

AGROKOMPLEK,21,ARTIKEL & OPINI,3,DESA,3,EKONOMI,9,EVENT,10,HUKUM & KRIMINAL,4,KEHUTANAN,50,KESEHATAN,5,LIFESTYLE,5,OLAHRAGA,1,PARADIGMA,4,PARADIKMA,2,PEMERINTAHAN,9,PEMILU,5,PENDIDIKAN,22,PERIKANA & PERTENAKAN,2,PERIKANAN & PERTENAKAN,5,PERISTIWA,6,PERTANIAN,4,POLITIK,12,SENI & BUDAYA,4,TOKOH & INSTANSI,23,WISATA & KULINER,5,
ltr
item
AIRLANGGA NEWS: Apa Yang Akan Membuat Anak Anak Gagal Hidup?
Apa Yang Akan Membuat Anak Anak Gagal Hidup?
Ingat pesan luhur nenek moyang : "Yen nandur bakal panen mburine.. Yen ora obah yo ora bakal Mamah.. Ning Ojo obah Sing medeni bocah.."
https://1.bp.blogspot.com/-0JXyRaPK1ks/WRWIeN1aHdI/AAAAAAAAANs/ZSc9iDwoq7cYPO8IS92SgbQz_XUN864fQCLcB/s320/Note%2BKY.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-0JXyRaPK1ks/WRWIeN1aHdI/AAAAAAAAANs/ZSc9iDwoq7cYPO8IS92SgbQz_XUN864fQCLcB/s72-c/Note%2BKY.jpg
AIRLANGGA NEWS
http://www.airlangganews.com/2017/05/apa-yang-akan-membuat-anak-anak-gagal.html
http://www.airlangganews.com/
http://www.airlangganews.com/
http://www.airlangganews.com/2017/05/apa-yang-akan-membuat-anak-anak-gagal.html
true
3154784331760662868
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy